Posted by: Irna on: November 26, 2008
Malam itu kau berkata padaku setengah memohon
Ibu, aku tak ingin mengikutimu ke sana
Aku takut kehilangan dia
Ketika aku kembali ke sini satu saat nanti
Dan siang ini kau berkata padaku setengah menangis
Benarkan ibu,
Dia telah pergi jauh
Kemana aku harus mencarinya
Seketika itu dadaku penuh sesak
Hanya bisa berucap
Maafkan ibu, Nak
Ibu juga kehilangan
aaaah sedih sekali puisi ini….
benarkah yang hilang tak dapat kembali?
EM
uh…sedih banget puisinya.. jadi nangis ni…
Yang hilang apanya sih mbak?
oh,ya salam kenal….
Miris sekali, Mbak… Tapi tampak jujur serta apa adanya.
hhhhhh …
(menghela nafas panjang …)
Ya … ini sedih …
Setiap yang berawal senantiasa memiliki akhir
untuk dimaknai…
Acap kali memeluk pertemuan ditakdirkan dipeluk perpisahan
untuk dihayati…
(tanpa bermaksud menyesali takdir)
andai sunnahtullah tidak harus begitu…
Mencari dan kehilangan….!
Semua akan datang dan pergi…
dunia ini hanya panggung sementara…
maka jika kita hilang, tinggalkan jejak yang baik
sebenarnya tidak ada yang hilang, karena substansinya sesuatu itu hanya berpindah tempat atau berubah wujud….
Sebuah puisi yang menyentuh…. yang menggambarkan hubungan batin yang alamiah antara ibu dan anak…… Mudah2an hubungan tersebut akan terus ada walaupun jarak ribuan kilometer memisahkan mereka berdua…….
saya datang lagi dengan sejuta senyuman ![]()
salam kenal
November 26, 2008 pada 6:43 am
kalau sudah tiada baru terasa
bahwa kehadirannya sungguh berharga
relakan dan ikhlaskan saja
sebab semua memang milikNya