Dokter Pandji

Selama di Surabaya, jika anak sedang sakit, saya seringkali teringat pada ‘dokter Pandji’. Seorang dokter spesialis anak yang berpraktek di Kota Jambi. Dokter ini terkenal bertangan dingin sehingga banyak ibu yang membawa anaknya yang sakit untuk berobat ke tempat prakteknya, termasuk saya.
Saban hari, mulai Senin sampai Sabtu, tempat prakteknya di daerah Pasar Jambi, dipenuhi oleh pasien kecil, bayi dan anak-anak. Saking penuhnya, praktek dokter ini membatasi jumlah pasien yang berobat. Pagi hari, maksimum 20 anak saja sedangkan sore hari pasien dibatasi hanya 50 anak.
Sebelum berkunjung sore hari pasien diwajibkan mendaftar tiga jam sebelumnya. Karena praktek mulai jam 5 sore maka jam 2 siang sudah harus mendaftar. Banyak pasien yang kecewa karena tidak mendapat nomor pendaftaran karena sejak jam 1 sudah banyak orang yang mengantri.
Nah kalau sedang menunggu saat berobat saya seringkali memperhatikan penyakit yang diderita anak-anak lain selain anak saya. Ternyata penyakit mereka seringkali seragam. Penyakit musiman. Maksudnya, kalau musim sakit diare ya sebagian besar anak-anak menderita diare. Kalau musim batuk pilek, sebagian besar anak-anak menderita penyakit batuk dan pilek.
Dokter yang sabar ini sudah hapal betul penyebab penyakit anak-anak (yang musiman itu). Jadi walaupun pasiennya banyak kalau penyakitnya sama ya resepnya pasti hampir mirip.
Ada satu hal yang masih teringat. Ketika Keponakan saya yang berusia 3 tahun datang berkunjung ke Jambi dan sakit. Saat itu selain untuk menyembuhkan sakit batuk pileknya, sebenarnya saya juga mengkonsultasikan keterlambatan bicaranya pada dokter Pandji. Alhamdulillah setelah rajin berkonsultasi dan menjalankan beberapa treatment dari dokter Pandji, ia mulai lancar bicara. Sekarang kalau melihat keponakan saya itu, atau ketika anak-anak sakit. Terkadang saya jadi teringat dokter Pandji dan tersenyum sendiri membayangkan suasana tempat prakteknya.

Tentang Irna

Perjalanan hidup membawa kita pada pengalaman-pengalaman yang memperkaya diri kita. Perjalanan hidup di masa depan adalah sebuah misteri. Akan kemana kita dibawanya pada masa itu. Kita bisa merencanakan. Tetapi hanya Allah SWT yang mengetahui.
Pos ini dipublikasikan di Jambi dan tag , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Dokter Pandji

  1. Sinta berkata:

    Waktu kecil di jambi saya juga pasien dokter panji bu. Apa kabar ya dokternya sekarang🙂

  2. Xiel berkata:

    Masih sehat bu… Tapi mulai menuju ke pensiun. Nyawa anak saya juga tertolong berkat dokter panji… Bulan 3 kemarin terkena Dengue Syok Syndrome.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s