Kakak dan HUT TNI ke 63

Baru saja anak pertamaku menelponku.

Kakak: Bunda, tadi pulang sekolah, kakak kehausan banget
Bunda: Lho kenapa kak?
Kakak: Tadi kakak jalan, terus ketemu dik Aufa.
Bunda: Terus
Kakak: Terus kata bu Guru kakak nggak boleh lari-lari.
(Lho kok gak nyambung nih)
Bunda: Lho, dik Aufa kan mau lihat pak Presiden.
(SBY datang pada HUT TNI ke 63 di Surabaya. Pelajar dari beberapa sekolah menyambut kedatangannya, dengan berdiri di pinggir jalan sambil melambaikan bendera merah putih)
Kakak: Iya, kakak juga.
Bunda: Lho, kan anak kelas satu nggak ikut.
Kakak: Temen-temen kakak maksa ikut. Jadi sama bu Guru dibolehin.
Bunda: Ooo. Tapi kakak kan gak punya bendera.
Kakak: Punya. Dikasih bu Guru. Bendera kakak jelek (lusuh maksudnya).
Bunda: Ya nggak papa. (Senyum-senyum)
Kakak: Kakak kepanasan Bunda, sampe haus banget.
Kakak: Udah ya Bunda.
Bunda: Ya deh. Ntar ceritain lagi ya kalo Bunda sudah pulang.
Kakak: Iya.

Dari nada bicaranya anakku senang sekali.

Dirgahayu TNI ke 63. Bangkit dan Majulah Bangsaku, Indonesiaku tercinta.

Tentang Irna

Perjalanan hidup membawa kita pada pengalaman-pengalaman yang memperkaya diri kita. Perjalanan hidup di masa depan adalah sebuah misteri. Akan kemana kita dibawanya pada masa itu. Kita bisa merencanakan. Tetapi hanya Allah SWT yang mengetahui.
Pos ini dipublikasikan di Anak-anak, Surabaya dan tag , . Tandai permalink.

11 Balasan ke Kakak dan HUT TNI ke 63

  1. Irna berkata:

    Karena suatu kesalahan, tulisan ini terhapus, saya coba selamatkan dan berhasil.
    Mohon maaf pak Mikekono, komen dari bapak yang sempat terselamatkan, karena salah pencet malah hilang lagi.

  2. mikekono berkata:

    wadduhhh….tak pa2lah
    mngkn tadi komennya ngga bagus
    jadi malah terhapus…..

    bukan karena komennya tidak bagus pak. Lha saya pencat-pencetnya kecepetan. Tau-tau…nah tulisannya kok hilang. Panik karena baru pemula. Mikir…akhirnya mencet tombol back beberapa kali muncul deh tulisannya.
    Sudah berhasil menyelamatkan tulisan dan komen satu-satunya dari bapak dan meng’copy’ sementara di word. Kemudian mem’paste’ lagi ke blog trus langsung di’save’. Lupa tidak meng’copy’ komen bapak, word ditutup tanpa ‘save’ dulu.

  3. mikekono berkata:

    dik Aufa dan si Kakak
    wajar merasa bangga bs melihat
    Presiden walau hanya dari kejauhan
    sy saat msh SD dulu jg selalu
    gegap gempita menyambut kedatangan Pak Harto
    Dirgahayu TNI….semoga selalu
    berada di garda terdepan melindungi
    dan mengayomi rakyat

    Betul pak, dia bercerita dengan bersemangat. Saya geli melihatnya.

  4. edratna berkata:

    Wahh betapa bangganya si kakak melihat pak SBY….kepanasan nggak apa-apa, itu akan dikenang seumur hidup….

    Ya Bu. Surabaya memang sedang panas-panasnya inisejak akhir bulan September. Tapi kakak senang. Mungkin juga karena dia bisa berjalan bersama rombongan sekolahnya. Kesannya seru banget.

  5. yulism berkata:

    Senang sekali mendengar laporan si kakak mbak Irna, Sepertinya setiap anak memang selalu senang sekali jika bisa melihat pemimpin negaranya, walau haus dan lapar bahkan hampir pingsanpun kadang tidak dirasakan. thanks

    Anak-anak memang senang keramaian. Riuh rendah sirine mobil yang berbaris rapi. Pesawat yang melintas di udara. Mereka menikmati semua

  6. nh18 berkata:

    Very Nice … very nice …
    Nasionalisme ditanamkan sejak dini …

    Saya datang lagi Ibu …
    Saya datang lagi kakak

    🙂
    Selamat datang kembali pak.
    Semoga generasi mendatang lebih mencintai bangsa Indonesia dan bersemangat memajukan negeri ini.

  7. Kang Nur berkata:

    Wa betul. Presiden dan parade kebesaran TNI berdampak positif bagi jiwa nasionalisme-patriotisme Si Kakak. Se-kali2 bangga menjadi orang Indonesia. Mumpung masih kecil. Kalo sudah besar, lebih sulit.🙂

    Kalo sudah besar susah bangga menjadi orang Indonesia. Lha wong sudah tau nggak enaknya mendengar berita tentang kekerasan di negeri ini, sumpek mengetahui korupsi ada di mana-mana, sedih melihat derita penduduk di daerah terbelakang yang belum tersentuh pembangunan. Wis…wis…wis

  8. jeunglala berkata:

    Jadi si Kakak itu yang berdiri di pinggir jalan dengan bendera-bendera di Perak itu ya, Mbak?
    Soalnya kantor saya kan di deket situ…
    Saya ngeliat rame-rame itu dari jendela kantor, lantai tiga..😀

    Eh,
    Lucu lho.
    Pas SBY lewat, si adik-adik siswa itu langsung berteriak sangat kompak, “Wis, mulih, mulih!!!”
    HAHAHA…

    kedengaran sampai kantor!😀

    Ha…ha…ha langsung mulih kabeh yo mbak. Dasar anak-anak.

  9. rahmadisrijanto berkata:

    yups…
    jiwa “cinta Indonesia” kian memudar,
    semoga bisa kita kembalikan pada “sikecil”,
    lewat berbagai macam cara…

    salam kenal🙂

    Terima kasih. Salam kenal kembali.

  10. emiko berkata:

    hehehehe mungkin perlu untuk anak-anak ya
    mengenal siapa bapak presidennya
    soalnya saya yang udah lama di LN kadang lupa loh sapa sih presidennya sekarang
    oooh SBY yang waktu itu ke sby toh hihihi

  11. pimbem berkata:

    wah mbayangin kakak ngelambai2in bendera ke pak sby.. ngingetin jaman saya sekolah dulu..

    Gantian saya yang membayangkan…
    Ada cewek imut dengan pipi tembem bawa bendera hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s