Bukan Tuhan yang Adzan

Ketika waktu dhuhur tiba, suara adzan terdengar dari masjid. “Bunda, sepertinya bukan Allah yang adzan”. kata kakak. Saya bingung mendengarnya. “Maksud kakak?” saya bertanya. “Itu lho Bun, suara adzannya jelek. Kalo Allah yang adzan pasti baguus.” katanya menjelaskan

Tentang Irna

Perjalanan hidup membawa kita pada pengalaman-pengalaman yang memperkaya diri kita. Perjalanan hidup di masa depan adalah sebuah misteri. Akan kemana kita dibawanya pada masa itu. Kita bisa merencanakan. Tetapi hanya Allah SWT yang mengetahui.
Pos ini dipublikasikan di Anak-anak. Tandai permalink.

5 Balasan ke Bukan Tuhan yang Adzan

  1. Pujangga berkata:

    Wah hebat, anak kecil dah ngerti soal gituan. Moga-moga klak jadi anak yang takut ma TUHAN.

  2. gajahkurus berkata:

    Kadang-kadang muadzin yang adzan bikin telinga (maaf) “tidak nyaman”. Sebaiknya mesti dibenahin, dan dipilih muadzin yang benar2 menguasai teknik beradzan, tentunya dengan suara yang nyaman didengar. Mudah-mudahan jadi perhatian para pengurus DKM agar memilih para muadzin yang memenuhi kriteria.

    Maaf, dan salam kenal

  3. rhakateza berkata:

    hehehehe….
    anak yang kreatip

  4. zoel chaniago berkata:

    heheheheheh🙂 ke ingat cerita guru agama dulu waktu sd… katanya di zaman nabi muhammad yang azan tu suara nya merdu banget… anak kecil aja tau huehuehue
    salam kenal kk

  5. zulfaisalputera berkata:

    Dikembangkan jadi cerpen aja!
    Pasti bakal bagus.
    Tinggal dikembangkan dengan gaya realis atau pun sublim.

    Aku tunggu pengembangannya.

    Tabik!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s