Aku dan Jambi

Tugas suami membawa saya ke sebuah kota kecil di bagian timur Pulau Sumatera, Jambi. Kota kecil yang dibelah oleh aliran sungai Batanghari. Kota kecil dengan jalan yang naik turun karena memang topografinya berbukit-bukit. Kota kecil yang sering diberitakan terkena kabut asap, karena dikelilingi lahan mengandung gambut yang terbakar di musim kemarau. Di Kota ini, ada makanan khas yang jadi favorit saya , yaitu kue padamaran dan kue maksuba. Kue padamaran banyak ditemukan selama bulan puasa, rasanya yang manis memang cocok untuk dimakan saat berbuka. Lain lagi dengan kue maksuba, yang jadi favorit ketika lebaran tiba. Bagi penderita diabetes jangan coba-coba memakannya terlalu banyak. Kue yang ini manisnya minta ampun. Maklum bahannya saja susu kental manis, entah berapa kaleng. Makanan lainnya yang jadi favorit, empek-empek Palembang, yang ternyata juga sudah menjadi makanan khas untuk oleh-oleh dari Jambi.

Tentang Irna

Perjalanan hidup membawa kita pada pengalaman-pengalaman yang memperkaya diri kita. Perjalanan hidup di masa depan adalah sebuah misteri. Akan kemana kita dibawanya pada masa itu. Kita bisa merencanakan. Tetapi hanya Allah SWT yang mengetahui.
Pos ini dipublikasikan di Jambi. Tandai permalink.

2 Balasan ke Aku dan Jambi

  1. fatah75 berkata:

    ceritanya tentang makanan mulu nich mbak, jadi laper!!

  2. qodoq berkata:

    salam buat sang suami.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s