Perjalanan Irna

Panas, Matahari Surabaya

Posted by: Irna on: Oktober 20, 2008

Saat mendengar Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) memperkirakan suhu udara tertinggi di kota Surabaya bakal mencapai kisaran 36-37 derajat Celsius pada 20 hingga 24 Oktober, saya langsung menghela napas panjang. Fiuuh … puanas rek

Tanpa pemberitahuan dan perkiraan dari BMG, bahkan tanpa melihat alat pengukur suhu udara pun, saya sudah merasakan kenaikan suhu sejak sebulan yang lalu. Di saat-saaat akhir melaksanakan ibadah puasa, terasa sekali panas matahari begitu menyengat. Bahkan saat pagi hari dan malam hari gerah masih juga terasa.

Dan memang benar pada hari ini, sesuai perkiraan BMG, panas begitu menyengat. Saya merasa, matahari sudah demikian terik pada jam lima pagi. Pada pukul tujuh, ketika berkendara motor menuju kantor badan sudah mulai berkeringat lagi.

Sungguh menarik melihat cara orang menghindari panas terik matahari dan usaha mendinginkan suasana. Saat lampu merah, bahkan pengendara mobilpun mencari tempat yang teduh di bawah bayang-bayang pohon. Pengendara motor melengkapi dirinya dengan jaket, sarung tangan, penutup hidung dan kaus kaki. Pemilik rumah rajin menyiram halaman dan jalan di depan rumahnya untuk menghindari debu dan panas masuk ke rumah. Anak-anak kos menjadi rajin mandi, sehari biasanya sekali, itupun kalau ingat, beberapa hari ini menjadi tiga empat kali.

Suhu udara diperkirakan kembali normal pada awal bulan November 2008. Tapi saya kok malah yakin, Surabaya tidak akan kehilangan panas mataharinya.

7 Tanggapan ke "Panas, Matahari Surabaya"

HHmm …
ya … saya pernah tinggal juga di Surabaya …
dan yaa … memang Surabaya panas sekali …

Waktu itu Yang adem seolah cuma jln raya Darmo …
dan Tunjungan Plaza … (dulu masih satu …)
hehehe

Hehe…ada satu lagi jalan yang lumayan adem, jln Walikota MUstajab.

sama seperti di surabaya, semarang juga panas tapi entah kenapa panas nya terasa adem gitu.. he..he..he..

adem di hati kalee mas. he he

kalau 37 derajat…mungkin masih belum seberapa dibanding Tokyo yang pernah mencapai 40 derajat. Tapi saya tidak tahu mungkin debu/asap knalpotnya bagaimana…. Siapkan topi dan payung saja mungkin. Dan daripada pakai baju putih katanya sih lebih baik baju hitam….
salam saya
EM

Panas sekali ya Tokyo dengan suhu setinggi itu.

Jakarta sudah mulai dingin lho..karena udah mulai turun hujan….sedaaap….dan nyenyak tidur.

Perkiraan BMG ternyata meleset Bu Enny. Alam berkehendak lain. Sehari setelah saya menulis ini, Surabaya ‘diberi’ hujan sekitar seperempat jam. Kemudian pada tanggal 24 dini hari, eh hujan deras kembali mengguyur rata kota panas ini. Alhamdulillah, sekarang sudah mulai adem.

Semoga pada saat saya ke Surabaya, sudah mulai lebih dingan mbak Irna. Surabaya memang panas jika tidak panas bukan Surabaya lagi.. :P thanks

Desember ya mbak keliling Jawa Bali-nya. Asyik bisa ketemuan dooong

Wah wah wah surabaya emang biangnya hot hot pop ya mbak..
tp syukurlah kl sekarang udah mulai adem :wink:

Ya Surabaya memang hot hot pop. Ademnya ada …. panasnya juga (masih) ada. :)

Eh tapi sekarang dengan taman-taman cantiknya, Surabaya dah mulai adem yo….

Pernah juga lo Surabaya sampai pada suhu 41 derajat. Puanasnya pool

Setuju mbak. Surabaya memang beda ketika saya kembali. Maklum sudah 10 tahun saya merantau.
Sekarang banyak taman-taman yang bisa digunakan untuk anak-anak bermain, bahkan ada taman yang bisa digunakan untuk terapi (di jalan Biliton).
Penghijauan juga digalakkan.
Semoga terus seperti itu dan bisa menjadi contoh untuk kota-kota yang lain.

Tinggalkan Balasan