Posted by: Irna on: Agustus 8, 2008
Kakak begitu menyukai permainan yang ada di laptop milik ayahnya.
Suatu saat ia kecewa karena laptop untuk sementara harus dipinjam kawan ayahnya yang sedang mengerjakan tugas akhir.
Ia mulai merengek dan berkata, ” Bunda, kenapa laptop ayah harus dipinjamkan? Kakak kan ingin main game.”
“Kak, ada kalanya kita harus berbagi dengan orang lain. Kawan ayah itu butuh bantuan. Dia harus mengetik tugas akhirnya di laptop ayah, karena laptopnya rusak.” Saya mencoba menjelaskan.
“Seperti ketika teman kakak meminjam buku bahasa ke kakak, karena bukunya hilang dan ia harus mengerjakan PR”, saya melanjutkan, “Kakak meminjamkan kan?”
Kakak mulai manggut-manggut.
“Coba kakak bayangkan kalau kakak nggak meminjamkan?” tanya saya memancingnya untuk berempati.
Saya tidak perlu melanjutkan percakapan karena saya telah melihat senyum telah kembali hadir di wajahnya.
September 6, 2008 pada 8:09 am
inginnya mengajarkan yang baik pada anak, kang Nur. supaya selain bisa ‘mengerti’ dirinya sendiri juga ‘mengerti’ orang lain