Perjalanan Irna

Berbagilah Kak

Posted by: Irna on: Agustus 8, 2008

Kakak begitu menyukai permainan yang ada di laptop milik ayahnya.
Suatu saat ia kecewa karena laptop untuk sementara harus dipinjam kawan ayahnya yang sedang mengerjakan tugas akhir.
Ia mulai merengek dan berkata, ” Bunda, kenapa laptop ayah harus dipinjamkan? Kakak kan ingin main game.”
“Kak, ada kalanya kita harus berbagi dengan orang lain. Kawan ayah itu butuh bantuan. Dia harus mengetik tugas akhirnya di laptop ayah, karena laptopnya rusak.” Saya mencoba menjelaskan.
“Seperti ketika teman kakak meminjam buku bahasa ke kakak, karena bukunya hilang dan ia harus mengerjakan PR”, saya melanjutkan, “Kakak meminjamkan kan?”
Kakak mulai manggut-manggut.
“Coba kakak bayangkan kalau kakak nggak meminjamkan?” tanya saya memancingnya untuk berempati.
Saya tidak perlu melanjutkan percakapan karena saya telah melihat senyum telah kembali hadir di wajahnya.

7 Tanggapan ke "Berbagilah Kak"

:) wa.. ini mengajarkan anak Kecerdasan Emosi itu ya? mungkin juga Social Quotient..

inginnya mengajarkan yang baik pada anak, kang Nur. supaya selain bisa ‘mengerti’ dirinya sendiri juga ‘mengerti’ orang lain :)

Namanya juga anak-anak… kalo tidak rebutan manalah enak.
Kalo tidak ada keramaian dari anak-anak, sepi jadinya rumah ini.
salam kenal

promo

Betul pak, anak-anak memang membuat hidup menjadi lebih hidup.

Mbak Irna, cara mendidik yang sangat bagus. Kalau setiap ibu di dunia mendidik anak-anaknya dengan cara seperti ini, insya Allah generasi yang tumbuh adalah generasi yang berakhlak mulia.
Salam,

Wah, bu Tuti, sampai juga ke gubuk saya.
Hanya ingin yang terbaik untuk anak-anak. Merekalah yang justru mengajari saya banyak hal dengan pertanyaan-pertanyaan mereka. Ternyata anak-anak bisa menjadi guru untuk ibunya.

ah menyenangkan sekali meliat keakraban bunda dan kakak, pasti udah terjalin pengertian yg kuat ya, didikan ortu yg pas, ga manjain ga juga ngerasin :smile:

Setiap saat, tanpa kenal lelah, kita memang harus melatih empati, melatih untuk berbagi, memahami penderitaan dan kekurangan orang lain. Memang capek, apalagi menjawab pertanyaan mereka yang kritis, yang kadang kita pun sulit menjawabnya, namun hasilnya sangat indah.

Betul bu Enny. Kita harus sabar menjawab pertanyaan dan pernyataan mereka yang seringkali mengejutkan saya. Pertanyaan sulit seringkali saya temui jika ia bertanya tentang agama dan jenis kelamin. Terkadang lucu dan aneh, sebelum menjawab biasanya saya suka tersenyum sendiri.

Hmmmm ….
iya ini memang susah kalau menjawab pertanyaan seperti ini … kepada anak-anak …

Konsep milik pribadi
Konsep milik orang lain …
Konsep berbagi yang benar
Konsep membantu orang lain
dan sebagainya …

kadang mesti hati-hati kita ya Bu …
Salam saya …

Betul pak trainer, agak sulit menjelaskan konsep-konsep tersebut. Terutama kalau anak-anak menyukai sesuatu, entah itu mainan, makanan atau benda yang lain, terkadang mereka enggan berbagi dengan temannya. :)

kakak umur berapa sih Irna?
EM

bulan Mei tahun ini dia genap 6 tahun

Tinggalkan Balasan