Perjalanan Irna

Dokter Pandji

Posted by: Irna on: Mei 23, 2008

Selama di Surabaya, jika anak sedang sakit, saya seringkali teringat pada ‘dokter Pandji’. Seorang dokter spesialis anak yang berpraktek di Kota Jambi. Dokter ini terkenal bertangan dingin sehingga banyak ibu yang membawa anaknya yang sakit untuk berobat ke tempat prakteknya, termasuk saya.
Saban hari, mulai Senin sampai Sabtu, tempat prakteknya di daerah Pasar Jambi, dipenuhi oleh pasien kecil, bayi dan anak-anak. Saking penuhnya, praktek dokter ini membatasi jumlah pasien yang berobat. Pagi hari, maksimum 20 anak saja sedangkan sore hari pasien dibatasi hanya 50 anak.
Sebelum berkunjung sore hari pasien diwajibkan mendaftar tiga jam sebelumnya. Karena praktek mulai jam 5 sore maka jam 2 siang sudah harus mendaftar. Banyak pasien yang kecewa karena tidak mendapat nomor pendaftaran karena sejak jam 1 sudah banyak orang yang mengantri.
Nah kalau sedang menunggu saat berobat saya seringkali memperhatikan penyakit yang diderita anak-anak lain selain anak saya. Ternyata penyakit mereka seringkali seragam. Penyakit musiman. Maksudnya, kalau musim sakit diare ya sebagian besar anak-anak menderita diare. Kalau musim batuk pilek, sebagian besar anak-anak menderita penyakit batuk dan pilek.
Dokter yang sabar ini sudah hapal betul penyebab penyakit anak-anak (yang musiman itu). Jadi walaupun pasiennya banyak kalau penyakitnya sama ya resepnya pasti hampir mirip.
Ada satu hal yang masih teringat. Ketika Keponakan saya yang berusia 3 tahun datang berkunjung ke Jambi dan sakit. Saat itu selain untuk menyembuhkan sakit batuk pileknya, sebenarnya saya juga mengkonsultasikan keterlambatan bicaranya pada dokter Pandji. Alhamdulillah setelah rajin berkonsultasi dan menjalankan beberapa treatment dari dokter Pandji, ia mulai lancar bicara. Sekarang kalau melihat keponakan saya itu, atau ketika anak-anak sakit. Terkadang saya jadi teringat dokter Pandji dan tersenyum sendiri membayangkan suasana tempat prakteknya.

Tinggalkan Balasan